[Pers Rilis] Jaringan Muda Intelektual Muda Islam Kecam Pelarangan Kegiatan Politik Bagi Mahasiswa

Akhlak Islami

[Pers Rilis] Jaringan Muda Intelektual Muda Islam Kecam Pelarangan Kegiatan Politik Bagi Mahasiswa

mahasiswa.jpg


jilbaber.com – Pernyataan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) yang akan mengawasi kegiatan politik Mahasiswa menurut Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) termasuk bagian dari skenario pembungkaman mahasiswa oleh pemerintah. Pemerintahan Jokowi semakin panik dan mengurusi hal yang tidak penting, apakah pernyataan tersebut bentuk ketakutan pemerintah atas aksi mahasiswa kedepan ini.

Pemerintahan Jokowi jangan meniru skenario orde baru dalam membungkam mahasiswa. Penyampaian aspirasi dimuka umum dijamin oleh Pancasila dan UUD 45, jadi jangan bicara Pancasila dan UUD 45 namun disaat yang sama melanggarnya, menurut JIMI hal itu merupakan bentuk kemunafikan. Pemerintah harusnya malah menjadikan kampus sebagai model demokrasi, selain kehidupan akademik kampus juga memberi teladan bagaimana perbedaan dapat harmoni.

Bila pemerintah berusaha membungkam mahasiswa dengan regulasi yang tidak produktif, JIMI yakin pemerintah malah melakukan blunder. Pemerintah sepertinya tidak memiliki visi untuk negara ini, keputusan yang diambil lebih bersifat kondisional dan situsional namun tidak rasional serta tidak memahami kebutuhan masyarakat. JIMI menilai usaha pemerintah untuk mengawasi mahasiswa merupakan bentuk ketakutan bila mahasiswa menggunakan critical thinking dalam menilai pemerintahan saat ini.

Pemerintah dalam hal ini Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) sebaiknya berpikir bagaimana memajukan kampus-kampus terutama kampus swasta yang masih tidak jelas akreditasinya, praktek jual beli Ijazah, serta mahalnya biaya operasional kuliah sehingga masih sangat banyak anak bangsa yang tidak bisa kuliah. []

JIMI (Jaringan Intelektual Muda Islam) 

Resensi Buku : Telah Terbit Edisi 9 cet 3, Eramuslim Digest, Untold History Sejarah Indonesia Pra Islam Hingga Abad 19

Komentar

Most Popular

To Top