Dinilai Tebang Pilih, Amien Rais Minta Seluruh Pemimpin KPK Diganti

Akhlak Islami

Dinilai Tebang Pilih, Amien Rais Minta Seluruh Pemimpin KPK Diganti

Prof.-AMien-Rais.jpg


Eramuslim – Dinilai hanya hanya berani menangani kasus-kasus kecil, mantan ketua Partai Amanat Nasional, Prof. Amien Rais meminta seluruh pejabat KPK untuk diganti. Kritik keras ini disampaikan saat dirinya dalam konferensi pers di gedung Induk Siti Walidah UMS, Minggu (09/07).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah menilai pimpinan KPK saat ini telah melanggar Undang-Undang KPK pasal 11 karena melihat kinerja KPK dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dengan nilai korupsi hanya puluhan juta rupiah.

“Dalam Undang-undang KPK pasal 11, seharusnya yang dikejar itu korupsi diatas Rp 1 miliar. Sekarang, OTT itu hanya mendapat Rp 40 juta, Rp 10 juta, DPR disegel, kemudian jadi pahlawan,” ujar Prof. Amien.

Tokoh Reformasi 98 itu mengatakan, selama ini KPK hanya mengejar kasus kecil di Indonesia, sedangkan kasus besar tidak dituntaskan.

“Begitu menghadapi kasus besar, itu pasti, KPK Lembek, menghindar,” tegasnya usai memberikan orasi kebangsaan bertajuk “Indonesia, Kini dan Nanti” yang diselenggarakan oleh Forum Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Surakarta pada akhir pekan kemarin.

“KPK sangat lemah dalam menghadapi kasus besar, itu pasti, menghindar, kemudian mengendapkan semua kasus besar. Misalnya, kasus Bank Century, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Sumber Waras. Belum lagi kasus Pelindo, Reklamasi dan berbagai kasus besar lainnya, itu mesti KPK nggak berani,” tegas Amien.

Bahkan menurut Amien, kasus Sumber Waras secara sistematis malah ditenggelamkan.

Mantan Ketua MPR RI tersebut mengusulkan rekontruksi tubuh KPK, terutama dalam jajaran pejabat struktural KPK saat ini semuanya harus diganti.

“Lembaga antikorupsi diteruskan (tetap ada), tapi harus direkontruksi, turun mesin, lima pimpinan KPK ini malah membuat lemah tubuh KPK sendiri,” pungkasnya.

Selain itu, Amien Rais juga mengkritik langkah berbagai pihak yang bereaksi atas langkah Pansus Hak Angket KPK.

“Tidak usah saling membawa massa dengan mendatangkan artis-artis untuk membela KPK, kemudian dosen-dosen urusan tata negara dimobilisasi. Karena kalau seperti ini menandakan takut ya,” jelasnya. (PM/IZ/Ram)

Resensi Buku : Telah Terbit Edisi 9 cet 3, Eramuslim Digest, Untold History Sejarah Indonesia Pra Islam Hingga Abad 19

Komentar

Most Popular

To Top